Jumat, 02 Februari 2018

Telur asin Ayam Ras Manonggal (TARAMA)


Telur Asin merupakan istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur asin yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur bebek, namun di Desa Manonggal menggunakan telur ayam. Di desa Manonggal terdapat 6 peternakan yang sangat berpotensi menghasilkan telur ayam. Telur ayam tersebut biasanya hanya dijual begitu saja dan dikonsumsi sebagai lauk. Dengan adanya inovasi ini diharapkan warga tertarik kepada telur asin yang tidak biasa ini, apalagi sekarang dimana harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga telur asin menjadi salah satu alternatifbagi sebagian besar. Mengapa? Karena harga harganya terjangkau, bergizi dan praktis sebab tidak perlu dimasak lagi. Oleh karena itu membuat telur asin bisa menjadi alternatif bagi warga untuk memulai wirausaha.
Kegiatan pembuatan telur asin ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari pertama melakukan sosialisasi pada para peternak ayam sedangkan pada hari kedua yaitu pelaksanaan pembuatan telur asin. pada hari pertama sosialisasi kepada para peternak berjalan lancar, peternak dan warga sangat antusias karena di desa Manonggal sendiri belum pernah melakukan inovasi pengolahan telur asin dari telur ayam. Setelah bersosialisasi dengan peternak dan warga, kami menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk kegiatan esoknya.
Pada hari kedua, KKN 31 UTM telah menyiapkan seluruh peralatan dan bahan-bahan untuk pembuatan telur asin. acara sosialisasi berjalan sangat lancar dan warga sangat tertarik dengan cara pembuatan telur asin dari ayam tersebut. Meskipun berjalan dengan lancar namun terdapat kendala yaitu kendala pertama warga tidak bisa datang tepat waktu karena jarak antar rumah dengan tempat titik berkumpul lumayan berjauhan, kendala kedua sulitnya memperoleh bahan pembuatan telur yaitu batu bata merah. Untuk mendapatkan batu bata merah harus mencari ke desa-desa sebelah untuk memperoleh bahan tersebut. 

TARAMA yang merupakan salah satu proker  KKN 31 UTM, diharapkan melalui proker ini warga bisa mempunyai inovasi terbaru untuk mengolah telur ayam mempunyai nilai jual yang lebih tinggi yaitu Telur Asin Ayam Ras Manonggal atau TARAMA.

Rabu, 31 Januari 2018

Workshop Pertanian


Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mengembangkan para petani di wilayah desa Manonggal. Di desa Manonggal terkenal akan pertanian dan mayoritas penduduknya sebagai petani, maka dari itu petani di desa manonggal harus di kembangkan supaya para petani bisa memaksimalkan lahan pertanian nya, mulai dari petani padi,jagung,kacang dll
Pada acara workshop ini mengundang PPL kecamatan klampis sebagai pemateri nya, dari  pihak PPL klampis yaitu Ibu Endah Wulandari.SP dan Ibu Danis Andri Arini. Selain itu, diundang juga Alumni dari Universitas Trunojoyo yaitu Saudara Roik Kurniawan.S.Agr
Pada acara workshop ini, materi yang di jelaskan yaitu tentang pemanfaatan lahan pertanian dan cara mengatasi hama pada lahan pertanian.

Keluhan petani pada hama yang sering menyerang lahan pertanian mereka dan petani yang belum memanfaatkan lahan nya semaksimal mungkin, maka dari itu mahasiswa KKN 31 UTM meminta pemateri untuk menjelaskan tentang memanfaatkan lahan pertanian dan pencegahan hama pada lahan pertanian. Tidak semua petani disini bisa memanfaatkan lahan pertanian nya dengan maksimal. Lahan pertanian disini rata-rata ditanami padi,jagung dan kacang saja

Senin, 29 Januari 2018

Dunia Fantasi Anak Bersama Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura


Di Desa Manonggal belum ada pendidikan untuk anak usia dini, padahal pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan suatu hal yang penting. PAUD akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa kedepannya. Di usia dini, mereka akan diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekedar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecik, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa.
            Melihat latar belakang tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 31 UTM membuat program kerja Dunia Fantasi Anak. Dunia fantasi anak merupakan salah satu program kerja KKN 31 di desa Manonggal. Dunia fantasi anak dilaksanakan dua kali dalam satu minggu yaitu hari rabu dan sabtu. Dunia fantasi anak hanya dilaksanakan pada dua dusun yaitu Dusun Penyaguan dan Billeh. Alasan dunia fantasi anak hanya dilakukan di dua dusun karena hanya pada dusun tersebut terdapat anak-anak usia 3-6 tahun, sesuai dengan syarat dari program kerja dunia fantasi anak.
Pada hari pertama pelaksanaan dunia fantasi anak, anak-anak belajar memperkenalkan nama, mengenal anggota tubuh, belajar bernyanyi “balonku”, dan menari “baby shark”. Anak-anak sangat antusias mengikuti fantasi anak, selain anak-anak yang merasa antusias para orang tua juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan fantasi anak.

Diharapkan, melalui Dunia Fantasi Anak ini memberikan manfaat yaitu membantu anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, serta melatih anak-anak agar berani dalam berbicara, bernyanyi, dan bergerak.

Sabtu, 27 Januari 2018

Pembuatan Puding Jagung di SDN Manonggal 2


Beberapa hari yang lalu, Mahasiswa KKN Kelompok 31 Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan program kerja pembuatan pudding jagung manonggal, program kerja tersebut sasarannya merupakan warga desa manonggal sendiri. Program kerja pudding jagung manonggal mendapat respon positif dari berbagai pihak, salah satunya Kepala sekolah SDN Manonggal 2. Kepala Sekolah SDN Manongal 2 mengundang Mahasiswa KKN Kelompok 31 UTM untuk mensosialisasikan pembuatan pudding jagung manonggal tersebut di sekolah itu.
            Tentunya, Mahasiswa KKN merespon dengan baik undangan dari Kepala Sekolah, kegiatan pembuatan puding jagung yang kedua ini dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2018 dan diikuti oleh Bapak Kepala sekolah, Bapak dan ibu Guru serta anak kelas 5 dan 6. Dalam pembuatan puding jagung di SDN Manonggal 2 guru-guru terlihat sangat antusias. Tidak hanya gurunya yang antusias siswa kelas 5 dan 6 juga sangat antusias sampai anak-anak mencatat resep, cara pembuatan puding jagung serta ikut membuat puding jagung secara langsung
Berikut dokumentasi pembuatan puding jagung manonggal di SDN Manonggal 2




Harapannya, dari kegitan tersebut semoga siswa siswi SDN Manonggal 2 mempunyai kreasi dan inovasi untuk memanfaatkan apa yang ada disekitar mereka, salah satunya yaitu jagung untuk dijadikan PUJAMA (Puding Jagung Manonggal).

Kamis, 25 Januari 2018

Bimbingan Belajar bersama Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura


            Pendidikan Sekolah Dasar di Desa manonggal terdapat 3 sekolah, yaitu SDN Manonggal 1 & SDN Manonggal 2 (terletak di dusun Glugur), dan MI Darul Ijtihad (terletak di dusun Billeh). Untuk warga yang memiliki tempat tinggal di dusun Glugur, Penyaguen, dan Galis rata-rata menyekolahkan putra-putrinya di SDN Manonggal 1 atau SDN Manonggal 2.
            Sedangkan warga yang bertempat tinggal di dusun Billeh dan Bhe koddhuk memilih MI Darul Ijtihad sebagai tempat belajar putra putrinya. Untuk menunjang kegiatan pembelajaran masyarakat yang ada di Desa Manonggal, KKN Kelompok 31 UTM mengadakan program kerja bimbingan belajar yang sasarannya anak-anak yang masih menempuh jenjang sekolah dasar. Program kerja bimbingan belajar dilaksanakan di 2 tempat, yakni dusun Penyaguan dan dusun Billeh.
Bimbingan belajar di dusun Billeh dilaksanakan setiap hari jum’at. Bimbingan belajar dilaksanakan selama 2 jam, yakni dari pukul 13.00-15.00 WIB yang ditempatkan di gardu yang ada di dusun Billeh. Peserta bimbingan belajar berjumlah sebanyak 30 siswa, rata-rata merupakan murid di MI Darul Ijtihad yang bertempat tinggal di dusun Billeh maupun Bhe koddhuk. Anak-anak peserta BIMBEL begitu antusias ketika sebanyak 8 anggota KKN Kelompok 31 UTM belajar bersama mereka.
Kerena peserta BIMBEL tidak keseluruhan berada di kelas yang sama, melainkan dari tingkat kelas yang berbeda maka sistem pembelajaran dibagi menjadi beberapa grup sesuai dengan kelasanya. Sedangkan untuk materi pembelajaran menyesuaikan dengan kebutuhan mereka, kira-kira materi apa yang kurang mereka mengerti. Setiap kegiatan tentunya memiliki kendala, begitu juga dengan bimbingan belajar yang dilaksanakan di dusun Billeh ini. Yang menjadi kendala adalah zona jalan yang cukup terjal dan cukup licin jika kebetulan hujan untuk dilintasi para anggota KKN agar bisa sampai di dusun penyaguen.

Selain di Dusun Billeh, Mahasiswa KKN Kelompok 31 UTM juga melakukan bimbingan belajar di Dusun Penyaguan. Dusun Penyaguen terletak di sebelah utara dari basecamp KKN Kelompok 31 UTM. Pelaksanaan bimbingan belajar yang di adakan setiap hari minggu dari jam 09.00-11.00 WIB yang ditempatkan di rumah kepala dusun menjadikan pesertanya tidak sebanyak di dusun Billeh. Peserta bimbingan belajar di dusun Peyaguan hanya berjumlah sebanyak 6 oang yang rumahnya ada di sekitar rumah kepala dusun. Akan tetapi meskipun pesertanya hanya berjumlah sebanyak 6 orang mereka tetap antusias untuk belajar dengan para Mahasiswa KKN Kelompok 31 UTM. Sistem pembelajarannya juga sama dengan  yang di dusun Billeh, yakni di bagi sesuai dengan jenjang kelasnya masing-masing.

Selasa, 23 Januari 2018

Waduk di Desa Manonggal


Waduk atau reservoir adalah danau alam atau danau buatan, kolam penyimpanan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air (Sumber : wikipedia). Di Desa Manonggal sendiri terdapat beberapa waduk, waduk ini berfungsi sebagai sumber air minum, mandi, mencuci, irigasi dan lain-lain. Pembangunan waduk di Desa Manonggal dilakukan di lahan yang bebas dari jangkaun warga ataupun jauh dari keramaian. Waduk-waduk tersebut antara lain :
1.      Waduk di Dusun Glugur 


2.      Waduk di Dusun Koddu’ 


3.      Waduk di Dusun Penyaguan


Waduk merupakan salah satu potensi alam di Desa Manoggal, fungsi dari waduk di Desa Manonggal yang ada di Dusun Glugur, Koddu’, dan Penyaguan sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi, yaitu sebagai obyek wisata. Namun, sampai saat ini belum ada wacana untuk menjadikan waduk di Desa Manonggal sebagai tempat wisata.

Minggu, 21 Januari 2018

Pembuatan Puding Jagung Manonggal di Desa Manonggal Dusun Penyaguan


Pembuatan Puding Jagung Manonggal (Pujama) adalah salah satu proker yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Universitas Trunojoyo Madura. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2018 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB di Dusun penyaguan.
Kegiatan pembuatan puding jagung ini untuk memanfaatkan hasil bumi yang ada di desa manonggal. Selain memanfaatkan hasil bumi, tujuan pembuatan puding jagung yaitu untuk meningkatkan nilai jual jagung.  Dari kelima dusun yang ada di Desa Manonggal, ternyata dusun yang memiliki potensi panen jagung hanya satu dusun yaitu Dusun Penyaguan
Sebelum membuat puding jagung manonggal mahasiswa KKN terlebih dahulu mengadakan sosialisasi kepada petani jagung yang ada di Desa Manonggal. Sosialisasi dilakukan di rumah Kepala Desa Manonggal, tujuannya untuk menumbuhkan pemikiran pengolahan hasil pertanian (jagung). Kegiatan dalam sosialisasi antara lain: Pemilihan kualitas jagung, pembuatan puding jagung, penyebaran produk.
·         Pemilihan kualitas jagung
Jagung yang bagus digunakan untuk membuat puding adalah jagung yang masih muda dan memiliki kandungan air yang banyak
·         Pembuatan puding jagung
Pada tahap ini warga didemokan mengenai  pembuatan pudding jagung manonggal yang dimulai pada pukul 13.00 – 15.00 WIB di rumah kepala dusun Penyaguan.
·         Penyebaran produk

Pada tahap penjualan produk sasaran utama adalah konsumen umum minimal dari warga desa Manonggal yang ada, untuk mekanisme penjualan pada tahap awal yaitu meningkatkan packaging terlebih dahulu agar produk terlihat menarik, selain itu membutuhkan perijinan kelayakan dari bpom dan halal supaya lebih meningkat kan kualitas dari produk puding jagung ini selanjutnya produk dijual ke pasar terdekat yaitu pasar Klampis, lalu jika di tahap awal sudah berhasil akan dilakukan penjualan dengan cara di titipkan ke toko-toko yang ada untuk program online jika dirasa pemesanan banyak. 
Foto bersama KKN 31 Universitas Trunojoyo Madura dengan warga saat pembuatan PUJAMA